Kamis, 28 November 2013

“Parkiran sekolah itu Nyata” (Reka Tia Andaresta )



Bolak-balik ke toilet itu yang sering aku lakukan untuk melihat seseorang yang aku kagumi.Baik saat istirahat,bahkan pada saat mata pelajaran izin ke  toilet hanya sekedar melihat dia dari jauh. Hal itu yang sering aku lakukan setiap harinya.“Ara,kamu ngapain bolak-balik ke toilet?” tanya bu Samsiah. “maaf bu saya lagi dapet jadi harus bolak-balik ke toilet kayaknya ada gangguan nih bu.” Dalam Batinku alasan yang paling bodoh dan gak nyambung sama sekali yang pernah aku katakan,tapi syukurnya itu guru percaya aja dan izinkan aku masuk kedalam kelas lagi setelah dipermalukan didepan kelas. Kebetulan pada saat itu adalah pelajaran Kimia dan aku sudah hampir 3 kali bolak-balik ke toilet untuk melihat seseorang yang lagi nongkrong dengan teman-temannya didepan kelas.

“Teeet..teet.teeet...” bel tanda isitirahat
“Alasan paling gila banget sih yang kamu ngomong tuh,ra?”(pertanyaan Nisa yang tiba-tiba muncul dihadapanku saat aku memasuki buku kedalam tas.).“ hehe,aku juga bingung banget mau alasan apa lagi aku sama itu guru,nanti dia kira aku kelainan lagi bolak-balik toilet.”aku tertawa konyol dihadapan sahabatku itu. Saat aku mau keluar dari kelas tiba-tiba dia lewat didepan kelasku dan pada saat itu mata kami berdua saling menatap satu sama lain,namun hanya sebentar lalu mengalihkan pandangan kami masing-masing. Seketika  aku menjadi salah tingkah dan langsung pergi ketempat duduk ku. Pada saat itu perut yang sudah keroncongan seketika penuh.”Ciee,Tiara kakakmu lewat tuh.” Tiba-tiba Nia meledekku dan aku hanya tersenyum sumringah dan entah apa yang aku senyumkan apakah kejadian 5 detik yang lalu.

                                                                                        ***

                Sesampai dirumah,aku selalu memikirkan kejadian didepan kelas yang langka. Entah apa yang buat aku bahagia padahal itu mungkin saja kebetulan atau apalah namanya itu yang sudah buat aku gede rasa sampai malam ini. Apa rasa ini sudah gak terkontrol lagi dan aku berpikir sejenak mengkagumi seorang yang gak bakalan pernah tau ada seseorang mengkagumi dia selama ini.Terlintas dipikiran aku ingin memulai duluan mencoba kenal dengan seseorang yang aku pandangi tiap hari saat istirahat,pas lagi bersama teman-temanya padahal jarak antar kelas kami yah bisa dibilang gak lumayan jauh namun tapi masa iyah aku yang mulai,Ah entahlah biarlah aku kagumi dia sampai dia lulus dari sekolah. Aku memejamkan mata ini dan terlebih dulu ritual tidur adalah menghayal sampai tertidur.zzz..zzz..zzz..

  Huaaa,ternyata sudah pagi. Segeralah aku mandi dan sebagainya dan akhirnya berangkat sekolah. ketika aku sampai depan pagar sekolah tanpa sengaja aku berdampingan dengan dia menuju parkiran sekolah. Seketika jadi salah tingkah dan rasanya ingin parkir motor berdampingan dengan dia,dan ternyata, “Tiara kan?” dia tiba-tiba bertanya. “Iyah,kak?” jawaban yang datar dan gak berani tatap matanya. Dia langsung memindahkan motorku disamping motornya .”Kamu kalau parkir motor disitu pasti bakalan lama kamu pulang sekolah karna susah keluar.” Aku bengong melihat dia berbicara seperti tadi padahal kami tidak pernah saling kenal satu sama lain. Aku hanya mengganguk sambil tersenyum. Sepanjang menuju kelas aku berdampingan sama dia. Dia yang mulai percakapan yang sempat hening di parkiran mimpi apa semalem bisa berjalan bareng disamping orang yang aku kagumi.
“Rencana mau kuliah dimana nanti dek ?” tanya tiba-tiba.
(Adek,sejak kapan dia panggil aku adek oh tuhan !). “Insyah allah rencananya mau di Malang kak,Brawijaya.”
“Wih boleh juga,bakalan ketemu dong disana nanti,hehehe.” Jawabnya spontan. Dan demi tuhan melihat dia senyum kecil dari dekat ngerasa senang banget. Sambil menggaruk kepalaku “ehehe,iya insya allah disana kak.ngomong-ngompng mau ambil jurusan apa kak?” menayakan hal yang sama dia sambil mengarah naik tangga sekolah.
“Aku mau ambil jurusan Kedokteran,spesialis gigi.” Jawabnya dengan pastinya ada senyumanya.
“Wih bakal jadi pak dokter dong nanti,boleh periksa gigi secara gratis kan? Jawabku sambil bercanda
“Boleh dong,pokoknya gratis deh buat kamu. kamu ambil jurusan apa? ” Jawabnya masih tetap memberi senyumnya.
“Aku mau ambil Ilmu sosial kak,.” Jawabku
“Kok sosial,kan kamu ipa ?” jawabnya
“Gak apa kak tertarik aja sama sosial kayaknya seru,bosan kalau harus ketemu rumus terus hehehe,jawabku sambil tertawa kecil.”
“Ada-ada aja kamu,kamu lucu juga yah ternyata.” jawabnya
Aku hanya tersenyum mendengar dia berkata seperti itu .Kami berpisah pas memasuki kelas masing-masing. Tiba-tiba dia menghamburkan rambutku dan berkata “Selamat belajar Tiara,semangatnya yah jangan males.” lalu dia masuk kelas. Astaga secepat itu kah aku dekat dengan dia. Kerasa kami sudah saling kenal. Padahal baru sekitar berapa menit yang lalu ngobrol bareng. Saat aku mau masuk ke kelas aku terpeleset didepan kelas dan tersiram oleh air pel temanku dan ternyataa..
 Gyuurr ...
“Tiara,kamu gak sekolah? Dari tadi mama bangunkan kamu tapi gak mau bangun,cepat mandi !” kata mama yang sudah marah-marah dihadapanku
Aku masih bengong dengan keadaan basah kuyup disiram air pagi-pagi.Mengingat mimpi yang keliatan nyata tapi sebenarnya mimpi. Sial,aku kira beneran ternyata cuman mimpi. Sambil berjalan ke kamar mandi aku masih  memikirkan mimpi aneh itu yang keliatan benaran nyata banget. Tapi apalah itu hanya mimpi yang penting sekarang aku sudah telat kesekolah.

                                                                                            ***
“PAK !!! jangan ditutup gerbangnya.” Teriaku karana sudah telat 10 menit yang lalu
“Kenapa bisa telat Ara,cepat lah masuk bel sudah bunyi dari 5 menit lalu.” Tanya satpam
“Kesiangaan pak,tapi makasih yah pak sudah diboehin masuk tambah ganteng loh pak nanti,hehehe.” Aku tertawa kecil sambil langsung kearah parkiran untuk parkir motor. Entah apa yang aku liat,aku ngeliat seseorang yang semalaman ada dimimpiku lagi parkir motor. Seketika salting jadi bingung mau taruh motor dimana karna sudah penuh banget. Dia ngeliat kearahku yang bingung cari tempat parkiran dan tiba-tiba dia menghampiriku.
“Sini motornya aku parkirkan,bingung amat keliatanya.” Tiba-tiba dia berbicara sama aku langsung menyurhku turun dan dia parkirkan motorku di sampingnya. Oh tuhan,apa ini masih mimpi ku yang berlanjut yang belum terselesaikan. Bengong melihat dia dan ini aku yakin bukan mimpi lagi,lalu aku mencubit pipiku “Aw” aku menjerit kesakitan. “Kamu kenapa ?” tanyanya tiba-tiba. “Gak papa kak,ngomong-ngomong makasih yah sudah parkirkan.” Jawabku. “Iyah,sama-sama kasian juga ngeliat kamu bingung gak bisa parkir,lain kali jangan telat.” Jawabnya. Astaga ternyata dia kasihan  liat aku,memang gak salah aku kagum sama kakak kelas yang baik macam dia. “Kamu Tiara kan?” tanyanya tiba-tiba. Aku mengangguk,” Iyah kak,kakak ini kak ?”  jawabku terbata. “Aku Reza salam kenal,duluan yah ke kelas.”
Aku masih berdiri sambil terdiam melihat dia lari menuju kelas dan masih gak percaya bisa ngobrol langsung dan dia sudah tau namaku duluan. Oh Tuhan,sambil berjalan menuju kelas aku tersenyum tersendiri dan gak sadar kalau jam pertama adalah  matematika pak Syukur yang super galak. Aku pun langsung lari kekelas dan ternyata mata pelajaran itu kosong dan hanya diberi tugas. Syukur..

                Sebenarnya aku ingin menceritakan mimpi semalam dan kejadian tadi pagi sama Nisa dan Nia tapi rasanya biar aku simpan dulu belakangan aja ceritanya biar surprise. Aku tersenyum sendiri dikelas mengingat mimpi tadi malam dan kejadian barusan. Rasanya indah banget dan gak bakalan aku lupain selama sekolah di SMA. Dua sahabat ku bingung melihatku.”Tiara kamu kenapa ? dari pas datang sudah senang banget.” Tanya Nia. “Aku senang banget ni,senang banget banget banget,hehehe” jawabku sambil senyum sendiri. Tiba-tiba celetukan Nisa terdengar. “Dasar alay,paling kamu  lagi dapat uang jajan lebih dari masmu.” Celetukanya. “eh ini lebih dari uang jajan,coklat silverqueen atau apalah namanya ini lebih indah.”  Tiba-tiba dua sahabatku berkata “yalah kamulah segalanya.” Aku hanya bisa memanyunkan bibirku kepada 2 saudara kembar aneh itu. Saat aku keluar kelas. Dia lewat didepanku dan  seketika mata kami menatap secara bersama untuk kedua kalinya namun kali ini agak lama dan dia memberi senyum ke arahku, spontan aku membalas senyumannya . Kejadian yang indah banget hari ini, tapi sayang pas pulang sekolah aku gak bisa melihat dia lagi karena kelas 12 pada saat itu bimbel jadi terpaksa aku hanya melihat motornya diparkiran. Tapi tak apa,Selamat belajar kak (batinku) lalu meninggalkan sekolah.
                                                                                               
                                                                                                ***
                Uh,cape juga kerjain ini tugas sudah sampai jam 21.00 baru sampai sini. Karna bosan aku mengambil laptop lalu internetan. Ketika aku membuka socmed aku ngeliat kak Reza muncul di timline ku karna salah satu temanku meretweet statusnya. Entah apa yang ku pikirkan aku langsung membuka profile dan memfollowny lalu mention “follback yah kak,makasih :)” . Gak berselang lama aku langsung mendapat balasan dari dia “done yah dek,makasih juga :)” . Lalu kami bercakap-cakap sampai larut malam. Dia menayakan hal-hal yang menarik,dan seru ngobrol dengan dia meski hanya lewat dunia maya. Kami pun mengakhiri percakapan di timeline. Saat pecakapan itu berakhir aku belum bisa tidur dan aku berkata benar aku mulai jatuh cinta sama dia. Karna  gak bisa tidur  aku membuka socmed  lainya dan aku melihat dia lagi dihalamanku. Saat aku membuka profilenya dia membuat sebuah catatan yang baru dibuat 15 menit yang lalu. Ketika aku membuka dan melihat isinya,

“Hari ini aku untuk pertama kalinya aku mengenalnya secara dekat. Sejak aku tau dia 2 bulan yang lalu Meski aku gugup setengah mati  dan salah tingkah sehingga  meninggalkannya sendiri diparkiran sekolah. Sebenarnya aku pengen kenal lebih sama dia. Tapi buat kenal dengan dia rasanya berat dan sulit banget. Cukup aku bisa melihat senyumanya dari kelasku. Ketika dia bercanda dengan teman-temanya, ketika ia membeli makanan dikantin,saat berpapasan,melihat dia makan sosis dengan hampir penuh dimulutnya dan masih banyak lagi. Hari ini entah kenapa aku bisa memberikan senyumku sama dia,tapi anehnya aku gak merasa canggung dan malu ketika dia membalas senyumku. Aku merasa ada yang aneh sejak awal, aku sudah punya rasa ingin kenal lebih dalam. Aku diam-diam cari tau tentang dia, dan pada akhirnya untuk pertama kalinya aku dan dia bertemu diparkiran sekolah saat aku lagi duduk diatas motor,lalu dia datang bersama temanya untuk pulang. Matanya menatap kearahku tapi aku mengalihkan pandangan agar gak ketahuan kalau aku juga sedang memperhatikanya. Dari situ aku ingin mengenalnya lebih lagi. Dan hari ini aku berani berbicara dengannya dan aku rasa kini aku jatuh cinta dengannya.”

                Gubrraak !!! jadi selama ini dia sudah tau aku sejak 2 bulan lalu dan intinya kami berdua saling mengagumi secara diam.Patutlah dia tau tentang aku sampai alamat rumahku. Astaga sejak kapan dan kenapa baru sekarang aku tau kalau seseorang yang aku kagumi juga mengkagumi aku. Seketika aku menglogout dari sosmed itu namun karna aku masih kurang percaya akhirnya aku membuka profilenya,ketika aku melihat catatan yang aku baca sekitar 5 menit yang lalu kini sudah  tidak ada lagi di berandanya dan hanya sebuah status bertuliskan sebuah kata “Selamat malam buat seseorang yang ada diparkiran tadi pagi.” Parkiran? Dan iyah itu aku,Oh tuhan !”
                                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar